Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Pesona Oriental
Upah Minimum Kota - Makassar Tetapkan UMK Rp1.265.
Kamis, 22 Desember 2011 15:22 WITA

MAKASSAR ‚Äď Kabar gembira bagi kalangan pekerja di Kota Makassar. Untuk pertama kali, Pemerintah Kota (Pemkot) menetapkan upah minimum kota (UMK) Makassar 2012 sebesar Rp 1.265.000.

Nilai upah tersebut lebih tinggi sekitar 6% dibanding upah minimum provinsi (UMP) Sulsel yang hanya Rp 1.200.000. Kepala Bidang Hubungan Industri PHI dan Syarat-Syarat Kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar Ratna Makka mengungkapkan, penetapan UMK dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulsel No 4262/XII/2011 tertanggal 16 Desember. Dalam surat tersebut, tercantum UMK Makassar sebesar Rp 1.265.000.

Ketetapan nilai UMK tersebut dilakukan sesuai kesepakatan antara serikat pekerja, akademisi, asosiasi pengusaha, legislator, dan elemen Disnakertrans. Nilai UMK tersebut telah sesuai kebutuhan hidup layak masyarakat di Makassar sebesar Rp 1.193.000. ‚ÄúSudah disetujui Gubernur dan kami dari Disnaker juga telah menemui Wakil Wali Kota dan Sekretaris Kota untuk menyampaikan nilai UMK yang disetujui,‚ÄĚkatanya seusai menemui Wakil Wali Kota Supomo Guntur di Balai Kota Makassar, kemarin.

Dia menjelaskan, penetapan UMK merupakan yang pertama kali. Pasalnya, Dewan Pengupahan Kota Makassar baru terbentuk tahun ini. Sebelumnya Pemkot tidak menggunakan UMK, melainkan upah dan tunjangan tetap. Karena itu, pihaknya berharap nilai UMK yang ditetapkan tersebut bisa diterima semua pihak, baik pengusaha maupun pekerja tidak dirugikan dan bisa melaksanakan kewajiban masing-masing.

Berdasarkan data Disnaker, jumlah tenaga kerja di Makassar mencapai 104.000 orang dari berbagai perusahaan. Jumlah itulah yang akan dibayarkan gajinya sesuai UMK yang ditetapkan nanti. Terkait penetapan UMK ini, Disnaker Makassar akan mengadakan sosialisasi dengan mengundang seluruh perwakilan perusahaan yang ada di Makassar.

Sosialisasi yang rencananya dilaksanakan pekan depan ini, juga akan memaparkan alasan ditetapkannya UMK yang dilakukan berdasarkan hasil survei pasar tradisional. Bentuk pelaksanaan sosialisasi ini akan dibagi dua, satu wilayah di daerah kawasan pabrik dan perkotaan di Makassar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Muchtar Kasim menjelaskan, UMK tentu tidak sama dengan UMP dan memang tidak bisa disamakan besaran nilainya. Menurutnya, nilai upah di Makassar jauh lebih tinggi dibanding daerah lain karena harga kebutuhan hidup jauh lebih mahal dibanding 23 kabupaten/kota lain di Sulsel. SEPUTAR INDONESIA